Banjir bandang dan longsor menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada 26 Agustus. Arus deras membawa material es, lumpur, dan puing hingga menyapu permukiman, jalan, jembatan, serta sejumlah fasilitas pembangkit listrik tenaga air.
Kantor berita AFP pada Sabtu (30/8/2026) melaporkan, sedikitnya 682 orang telahh dipastikan meninggal dunia dalam bencana banjir Nepal-Tibet, sementara hampir 2.400 orang masih dinyatakan hilang.