Categories
bencana

10. BANJIR BANDANG DI BALI

Bali sempat menghadapi situasi darurat setelah hujan deras tanpa henti pada 9–10 September 2025 yang memicu banjir bandang di berbagai wilayah.

Bencana ini menyebabkan sedikitnya 18 orang meninggal dunia. Banyak keluarga yang tidak sempat melakukan evakuasi mandiri karena arus air bergerak cepat dan menghantam wilayah padat penduduk.

Selain menyebabkan korban jiwa, banjir juga menimbulkan banyak kerusakan pada berbagai fasilitas umum maupun bangunan warga. Pemprov Bali mencatat adanya 521 titik banjir, dengan Kota Denpasar menjadi wilayah dengan kondisi paling parah.

Kawasan Pasar Badung dan sepanjang Sungai Badung mengalami luapan besar hingga membuat beberapa bangunan usaha roboh, termasuk dua toko kain di Jalan Sulawesi.

Kabupaten lain seperti Jembrana, Gianyar, Badung, Tabanan, Karangasem, dan Klungkung juga melaporkan genangan besar yang merusak rumah, infrastruktur, hingga akses jalan.

Tak hanya banjir, 95 titik longsor turut terjadi di beberapa kabupaten. Sementara itu, lebih dari 562 warga terpaksa mengungsi dan memanfaatkan sekolah, balai desa, musala, serta banjar sebagai tempat perlindungan sementara.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Bali tak hanya rawan bencana gunung api, tetapi juga banjir dan longsor ketika intensitas hujan meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *