
Awal tahun 2025, Pekalongan mengalami kombinasi bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi secara bersamaan. Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Petungkriyono membuat tebing-tebing tidak dapat menahan volume air, hingga akhirnya longsor terjadi dan menimpa beberapa rumah warga.
Kondisi malam hari membuat banyak warga tidak menyadari bahaya yang sedang mengancam. Longsoran besar menimpa sebuah kafe dan dua rumah, sementara banjir mendadak menyeret kelompok pemancing di tepi sungai.
Total 20 orang meninggal dunia dan puluhan mengalami luka. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat karena struktur bangunan tidak mampu menahan tekanan material longsor.
Peristiwa ini menunjukkan kerentanan kawasan lereng di Jawa Tengah ketika hujan ekstrem berlangsung terus-menerus. Edukasi mitigasi kembali ditekankan agar warga lebih waspada ketika cuaca buruk datang.